Nama : Anindha Lutfika Reni

NIM  : 12/335149/SA/16625

ETNOGRAFI MINANGKABAU

“ KAMPUANG NAN JAUH DIMATO ”

Kesenian dan Kebudayaan Minangkabau yang beragam berhasil menyita perhatian para budayawan dan turis mancanegara. Ketika mendengar kata minangkabau saya langsung teringat temen kecil saya . Keluarganya asli orang minang dan pernah tinggal disamping rumah saya.Waktu itu saya masih duduk di sekolah dasar. Begitu banyak yang bisa saya cerna dari kehidupan sehari-hari orang minang. Dulu mungkin saya tidak begitu peka dan mengerti budaya orang minang itu bagaimana . Namun karena saya hampir setiap hari main kerumahnya saya jadi mengerti kehidupan orang minang . Yang saya ingat adalah dulu selalu dibuatkan masakan pedas. Pernah suatu ketika saya mogok makan karena keinginan saya untuk dapat makan pedas di rumah teman saya. Begitu juga sebaliknya waktu kami isi dengan bermain bersama . Saya masih inget betul nada orang minang berbicara seperti apa. Mata kuliah ini mengingatkan saya kepada teman kecil saya yang dulu pernah tinggal disamping rumah.Pekerjaan orangtuanya adalah pedagang di kios emperan  Malioboro. Saya menjadi paham bahwa orangtua temen saya ini adalah seorang perantauan. Ini membuktikan bahwa orang minang erat kaitannya dengan sosok yang pekerja keras karena terkenal dengan gaya perantauannya. Ini hanya sekilas pengalaman saya  mengenal orang minang dalam kehidupan kesehariannya.

Saya terinspirasi dari lagu daerah Minangkabau yang berjudul “ Kampuang Nan Jauh Di Mato”. Dari sinilah saya mengerti karakter orang Minang dan juga kondisi alam serta gambaran penduduknya . Tak perlu mengkaji banyak literatur. Dengan menganalisis lagu ini saya dapat mengambil beberapa point  yang penting untuk dibahas. Lagu daerah ini memang sangat familiar di telinga banyak orang. Mencari lirik lagu dan mengartikannya menjadi bahasa Indonesia dengan bantuan mesin pencari di internet. Berikut lirik lagu daerah tersebut yang saya dapatkan dari internet . Lagu ini ciptaan dari A.Minos.

Kampuang nan jauh di mato. Gunung sansai baku liliang. Takana jo kawan , kawan den lamo. Sangkek den basuliang Suliang. Panduduaknyo nan elok . Nan suko bagotong royong. Jiko sakik samo samo diraso. Den takana jo kampuang. Takana jo kampuang. Induak ayah adik sadonyo. Raso manghimbau himbau denai pulang. Den takana jo kampuang.

Membahas satu persatu lirik dan menemukan makna dari lagu daerah Minangkabau ini . Salah satu cara saya untuk dapat mengapresiasi seni musik etnik yang ada di Indonesia. Lagu yang berjudul kampuang nan jauh dimato ini adalah salah satu lagu yang menurut saya menggambaran kondisi alam, gambaran suasana kampung halaman dan penduduknya serta mengandung nilai-nilai seni Minangkabau ini. Ketika saya mencoba menerjemahkan lirik lagunya satu persatu ke dalam bahasa indonesia. Akhirnya saya bisa nemukan point penting dan ini menurut saya sudah dapat mewakili gambaran saya mengenai Minangkabau. Kita mulai mengkaji dari judul lagunya. Kampuang nan jauh dimato artinya adalah kampung yang jauh dimata. Hal ini bisa saya deskripsikan bahwa si pengarang lagu ini adalah sosok perantau yang rindu akan kampung halaman . Yang menjadi ciri khas bahwa ini lagu daerah Minangkabau adalah ketika saya melihat video karaoke lagu daerah ini lewat situs youtube. Divideo itu ditampilkan dengan orang yang menari dengan baju adat yang khas orang minang. Selain itu juga yang menjadi ciri khas orang minang ketika menyanyikan suatu nada dengan aliran musik pop melayu. Saya merasakan ada perbedaan yang khas antara musik minang dengan musiknya orang Batak dan orang Aceh. Lagu ini berasal dari Sumatra Barat (daerah Minang) bercerita tentang kampung halaman Minang yang indah dan penduduknya yang ramah serta suka bergotong royong sehingga menimbulkan kerinduan untuk selalu ingin pulang bertemu dengan keluarga.

Lirik yang kedua adalah gunung sansai batuliliang artinya adalah daerah yang dikelilingi oleh banyak gunung. Maka dari itu saya juga menjadi tahu bagaimana kondisi alam yang ada di daerah Minang ini dengan banyak gunung akan menggambarkan panorama alam yang indah yang membuat para orang perantaua menjadi rindu akan kampung halamanya. Selanjutnya Takana jo kawan , kawan den lamo artinya adalah rasa ingin bertemu kawan lama yang dirasakan oleh si pengarang lagu. Lantas apa yang menjadikan pengarang ingin untuk bertemu dengan kawan lamanya. Di lirik lagu selanjutnya Sangkek den basuliang Suliang artinya bermain suling bersama-sama hal ini lah yang menyebabkan si perantau alias si pengarang lagu ini menjadi rindu ingin bermain suling bersama dengan kawan lamanya. Suling menjadi alat musik tradisional yang biasa digunakan orang Minang dalam acara- acara tertentu. Suara suling yang menjadi ciri khas alunan musik Minangkabau yang ternyata digemari oleh masyarakat Minang. Suasana kampung yang tentram dan bahagia ini terlihat dari suasana kampung yang dihiasi dengan lantunan merdu dari suara suling. Hal ini jelas menambah keindahan suasana di kampung halaman minangkabau . Lirik berikutnya adalah Panduduaknyo nan elok . Nan suko bagotong royong artinya penduduknya ramah dan suka bergotong royong. Jiko sakik samo samo diraso. Den takana jo kampuang kurang lebih artinya adalah jika susah dan senang sama-sama merasakan. Ini menunjukan bahwa tingkat solidaritas masyarakat Minang sangatlah tinggi. Solidaritas yang tinggi ini mungkin bisa disebabkan karena berlatar belakang sebagai sesama perantau yang membuat mereka merasa senasib dan sepenanggungan. Induak ayah adik sadonyo. Raso manghimbau himbau denai pulang. Den takana jo kampuang artinya adalah ingin pulang ke kampung halaman untuk dapat bertemu dengan ibu, ayah , adik dan semuannya. Rasa untuk ingin puang ke kampung halaman .

Kesimpulannya bahwa dengan cara yang sederhana menganalisis satu persatu lirik lagu ini saya bisa membayangkan daerah Minangkabau itu seerti apa tanpa harus datang kesana saya bisa merasakan itu dalam lirik lagu tersebut. maka dari itu tujuan saya mengambil mata kuliah Etnografi Minangkabau ini ketika saya tidak dapat pergi kesana karena keterbatasan biaya dan tidak ada saudara yang dapat disinggahi yang menunda langkah saya untuk pergi ke sana. Namun harapan saya ketika setelah saya mengambil mata kuliah ini saya menjadi paham dan mengerti betul budaya orang minang seperti apa tanpa harus datang kesana saya bisa belajar dimana-mana.

 

 

 

 

 

 

About anindhareni

Belajar dan terus berusaha untuk menjadi manusia yang berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s