ARTIKEL PENELITIAN di  BULAKAN KECAMATAN BELIK, PEMALANG JAWA TENGAH.

 

Nama : Anindha Lutfika Reni

NIM : 12/16625/SA/335149

Jurusan : Antropologi Budaya

Topik Penelitian : Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Judul : Aspek Sosial Budaya dan Masalah Kesehatan Lingkungan di Dusun Kali Keji

 

Abstraksi

“ Para Ahli Antropologi kesehatan, yang dari definisinya dapat disebutkan berorientasi ke ekologi, menaruh perhatian kepada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan alamnya. Tingkah laku, penyakit-penyakitnya,dan cara-cara di mana tingkah laku dan penyakitnya – penyakitnya mempengaruhi evolusi dan kebudayaannya melalui proses umpan-balik.” (Foster/Anderson 1986 : 14)

Kutipan di atas ini lah yang bisa dijadikan untuk dasar utama persoalan lingkungan di desa Bulakan khususnya dilihat dari sudut pandang sosial dan budaya yang juga berkaitan dengan perkembangan kesehatan di masyarakat. Permasalahan kesehatan lingkungan selain berdampak untuk kesehatan jasmani seseorang ternyata juga bisa berdampak pada persoalan sosial yang dipicu oleh permasalahan tersebut. Hal ini lah yang terjadi di Dusun Kali Keji , Desa Bulakan Kecamatan Belik Pemalang Jawa tengah. Masyarakat yang pasif untuk  menyelesaikan persoalan tersebut menambah dampak buruk yang lebih besar dan akan terus ada persoalan-persoalan berikutnya yang bisa terjadi di masyarakat. Dalam hal ini, akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana masyarakat Dusun Kali Keji menghadapi persoalan serta cara masyarakat mencari solusi untuk permasalahan tersebut.

 

 

  1. Keadaan Lingkungan Dusun Kali Keji, Desa Bulakan

 

Desa Bulakan sesuai dengan makna dari nama desa ini sendiri yang berarti Bulak-bulak atau dalam makna Bahasa Indonesia berarti daerah yang dikelilingi oleh banyak mata air. Sehingga potensi terbesar dari desa ini yang sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan walaupun tetap memperhatikan unsur-unsur yang tidak merugikan masyarakat di desa ini. Selain itu, perlunya perlestarian alam juga berperan juga untuk mempertahankan potensi yang ada supaya tetap terus ada di Desa Bulakan ini. Dengan pemanfaatan yang optimal , potensi-potensi ini bisa di kembangkan untuk menaikan pendapatan yang ada di Desa Bulakan ini. Sementara yang saya amati , mata air yang ada baru di manfaatkan dalam tahap pemenuhan kebutuhan Rumah Tangga serta pengairan sawah. Hal ini yang sebenarnya bisa di optimalkan lebih lanjut.

Di Desa Bulakan terdiri dari lima dusun yaitu Dusun Kali Keji, Dusun Dukuh Karang, Dusun Sawangan, Dusun Bulakan timur dan Dusun Bulakan Barat. Mendapatkan kesempatan  penempatan di Dusun Kali Keji. Masing-masing Dusun memiliki RT masing – masing . Balai desa ini terletak di pinggir jalan raya besar Randu Dongkal km 7. Secara fisik Balai desa ini sangatlah sederhana tidak seperti balai desa yang ada di Desa lain. Walaupun demikian ketertiban dalam pelaksanakan tugas para perangkat desa di desa ini bisa dibilang tertib. Jam kerja yang ada di Balai Desa ini pun tidak lama hanya dibuka dari jam 09.00 pagi sampai jam 13.00 siang. Di Balai Desa ini terdapat pula pendopo yang khusus untuk dijadikan tempat pertemuan antara para perangkat desa dengan masyarakat. Ketika berada di Desa ini tercatat sudah ada tiga kali pertemuan besar dengan masyarakat. Yang pertama agenda menganai “MUSRENBANGDES” ( Musyawarah Rencana Bangun Desa ), “Sosialisasi Jamkesmas” dan yang terakhir “ Sosialisasi Bantuan Rumah Layak Huni”. Lima diantara dusun yang ada di Desa Bulakan ini yang masih sangat kurang pengembangan masyarakatnya adalah di Dusun Kali Keji.

Secara fisik di dusun ini memang terletak paling terisolir dibandingkan dengan dusun –dusun yang lain yang berada saling berdekatan satu sama lain walaupun masih dalam lingkup di Desa yang sama. Jalan menuju ke dusun ini bisa dikatakan jauh dari jalan raya besar. Akses transportasi bisa dibilang sangat susah. Jika ditempuh dengan jalan kaki dari rumah yang ada di Dusun Kali Keji ini menuju ke jalan raya besar bisa menghabiskan waktu selama 45 menit. Dusun ini terletak di atas dekat dengan Sumber Air Candi yang konon katanya tidak ada Candinya itu ternyata hanyalah istilah nama saja . Dusun ini sangat terkenal dengan banyak mitos yang ada. Termasuk Sumber Air Candi tersebut , katanya disana ada petilasan orang yang dianggap sakti . Konon, ketika kita berada di sumber air tersebut kita di wajibkan untuk melepas alas kaki sebagai tanda kehormatan biasanya dengan orang jawa sering dikenal dengan istilah  “Nyuwun Sewu “ meminta ijin sebelum bertamu. Selain itu , keadaan masyarakat di sini mayoritas sangat ramah dan gemar bercanda. Hal ini saya buktikan sendiri selama tinggal di dusun ini selama dua minggu. Banyak hal yang di dapat dari masyarakat tersebut. Di desa Bulakan bisa dibilang masih dikelilingi banyak sungai karena banyak sawah juga yang perlu pengairan .

            Sepanjang jalan banyak ditemui jalan yang rusak dan berlubang. Hal ini pula yang menjadi titik ukur seberapa masyarakat aktif untuk menyelesaikan persoalan yang ada di dusun Kali Keji ini. Banyak permasalahan yang terjadi baik secara fisik maupun non fisik yang terjadi di dusun ini. Selama ini  masyarakat masih dianggap pasif dalam menyelesaikan berbagai persoalan . Hal inilah yang memicu akan datangnya persoalan-persoalan lain yang akan menambah dampak buruk kepada masyarakat baik itu secara fisik maupun non fisik.

 

            Dusun Kali Keji ini memang dekat dengan sumber air , namun kenyataannya justru persoalan yang utama di Dusun ini adalah masalah air bersih. Sangat dilematis ketika menghadapi suatu permasalahan yang justru itu dianggap masalah padahal hal tersebut sebenarnya dianggap sebagai potensi yang ada di Desa tersebut. Air yang mengalir di sungai inilah yang dijadikan sebagai kebutuhan sehari-hari warga Dusun Kali Keji. Air yang jernih dan deras menambah keindahan panorama alam yang ada di desa ini. Keadaan masyarakatnya yang sangat ramah dan guyub ini bisa dibuktikan dengan pengajian yang diadakan rutin hampir setiap hari . Dengan Pengajian inilah masyarakat akan lebih sering untuk bersilaturahmi antar tetangga dan mempererat kekerabatan yang ada.

  1. Pembahasan Masalah

Di suatu desa pasti ada permasalahan-permasalahan, mulai dari masalah yang kecil hingga yang besar. Seperti halnya di Dusun Kali Keji ini. Begitu banyak persoalan yang terjadi di Dusun ini, mulai dari persoalan pembagian bantuan , persoalan kesehatan ligkungan bahkan juga ada persoalan sosial yang menjadikan dusun ini terhambat perkembangan desanya. Masyarakat di Dusun Kali Keji ini memang terkenal dengan keegoisannya serta emosi yang mudah meledak, kata Ibu Mulyati (Ibu Kadus Kali Keji). Terbukti dengan adanya demo yang diajukan untuk Ibu Mul selaku ibu Kadus di Dusun kali Keji ini. Memang waktu itu, yang dipersoalkan oleh masyarakat ini memang yang dibutuhkan adalah kejelasan aliran dana bantuan yang harus di tindak lanjuti secara terbuka tidak abstrak. Ibu Mulyati sendri pernah berbicara mengenai gejolak persilisihan antar tetangga yang sudah dianggap hal yang biasa terjadi apalagi masalah dana bantuan. Datangnya bantuan itu justru merenggangkan kekerabatan antar masyarakat. Sangat retan untuk terjadi konflik . Seperti halnya dengan masalah bantuan kesehatan berupa pembagian Jamkesmas yang dianggap tidak merata dan kurang tepat sasaran.

Fokus kembali ke permasalahan kesehatan lingkungan .Dusun Kali Keji ini memang dekat dengan sumber air , namun kenyataannya justru persoalan yang utama di Dusun ini adalah masalah air bersih. Sangat dilematis ketika menghadapi suatu permasalahan yang justru itu dianggap masalah padahal hal tersebut sebenarnya dianggap sebagai potensi yang ada di Dusun tersebut. Air yang mengalir di sungai inilah yang dijadikan sebagai kebutuhan sehari-hari warga Dusun Kali Keji. Penyalahgunakan potensi air inilah yang menjadi pusat dari permaslahan kesehatan lingkungan. Sungai yang tadinya airnya jernih lambat laun akan menjadi tercemar karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam berperilaku sehat serta menjaga sungai dengan semestinya ,padahal sungai inilah yang dijadikan masyarakat sebagai pemenuhan air dalam kehidupan sehari-hari. Bisa dibayangkan jika ternyata sungai yang selama ini dijadikan sebagai sarana utama untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari sudah tercemar dengan air limbah deterjen , serta masih banyak masyarakat yang Buang Air Besar sembarangan. Padahal mayoritas masyarakat di dusun ini menggunakan air sungai yang ada untuk pemenuhan air minum. Pencemaran air yang dilakukan oleh masyarakat yang kurang sadar tentang berperilaku sehat inilah yang menyebabkan persoalan kesehatan terutama yang akan berdampak berbahaya bagi kesehatan jasmani masyarakat dusun Kali Keji ini.

      Hasil wawancara terhadap Bapak Slamet selaku Ketua Lembaga Kesehatan Masyarakat Belik. Beliau mengatakan bahwa ada tiga permasalahan umum mengenai persoalan kesehatan yang dialami masyarakat di Desa Bulakan .

 

 

  1.  Kurangnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan dengan membiasakan cuci tangan dengan sabun
  2. Masih banyak masyarakat Bulakan yang Buang Air Besar di sungai
  3. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk peduli dengan sampah-sampah yang ada, karena kebanyakan masyarakat membuang sampah di Sungai.

 

Dari tiga pokok permasalahan tersebut menjelaskan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat dalam berperilaku bersih dan sehat sehingga banyak pencemaran yang terjadi padahal hal-hal yang seperti ini yang berdampak buruk bagi kesehatan. Tingginya angka diare, Demam Berdarah, Cikumunya dan Muntaber. Macam-macam penyakit inilah yang disebabkan selain oleh faktor imunitas seseorang tetapi juga bisa disebabkan oleh faktor lingkungan yang kurang bersih dan kurang sehat.        

Pendekatan ekologis adalah dasar bagi studi tentang masalah – masalah epidimiologi, cara-cara dimana tingkah laku individu dan kelompok dalam menentukan derajat kesehatan dan timbulnya penyakit yang berbeda dalam populasi yang berbeda-beda. Dalam studi ekologi , kita mulai dengan lingkungan . sejauh yang menyangkut manusia , lingkungan bersifat alamiah dan sosial-budaya . Semua elompok harus menyesuaikan diri dengan keadaan geografis dan iklim yang terdapat di tempat tinggal mereka, dan mereka harus belajar mengeksploitasi sumber-sumber yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Foster/Anderson 1986 : 15 ).

Hal di atas memang menunjukan bahwa hakekatnya manusia sangat membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Misal saja di Dusun Kali Keji, masyarakatnya sudah mulai mengekploitasi air yang ada di sungai sebagai pemenuhan air dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun demikian, ternyata tak sepenuhnya akan berbalik positif untuk masyarakat jika sumber-sumber yang ada di salah gunakan untuk hal-hal yang bisa merusak atau mencemari sumber-sumber tersebut. Perlunya penyuluhan di dalam masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana cara memanfaatkan sumber-sumber yang ada secara baik dan tidak mencemari sumber air tersebut.

Kasus ini memang sering dialami di sebagian masyarakat desa yang kurang mengerti mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Melihat kembali visi dan misi Bu Pati Pemalang yang sekarang adalah menitik beratkan pada persoalan kesehatan dan pendidikan. Kita ketahui bahwa manusia dengan lingkungan akan saling mempengaruhi satu sama lain. Maka dari itu keseimbangan lingkungan perlu sekali untuk diterapkan.  

  1. Persoalan Sosial masyarakat dilihat dari sudut pandang ekologis

Masyarakat di Dusun Kali Keji memang bisa dibilang wawasan untuk menjaga sumber-sumber alam yang ada masih sangat kurang, mengingat kembali apa yang telah dibicarakan oleh Ibu Yuni selaku ketua Puskesmas se Kecamatan Belik kepada saya mengeanai hal apa saja yang telah dilakukan pihak pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan yang ada di lingkungan masyarakat. Ibu Yuni memang mengakui bahwa kurangnya kader di setiap desa yang menghambat jalannya penyuluhan-penyuluhan yang berkaitan dengan kesehatan ini . Ibu Yuni juga mengatakan hal ini sudah tidak seperti yang dulu , kader-kader yang sekarang menuntut untuk diberi uang istilahnya tidak ada uang tidak bekerja, padahal menurut Ibu Yuni jaman dulu mencari yang namanya kader itu mudah karena dulu memang masih banyak yang mau untuk suka rela dalam ikut serta memperbaiki sistem kesehatan di masyarakat.

Kembali lagi ke Dusun Kali keji dengan persoalan air bersih. Menurut Ibu Mul selaku Kadus di Dusun Kali Keji ini, ketika di musim hujan air itu akan melimpah ruah tapi sebaliknya jika di musim kemarau masyarakat d Dudun Kali Keji ini akan mengalami krisis air bersih dan persoalan yang seperti ini  hanya ditemukan di dusun Kali Keji. Padahal kenyataanya dusun ini dekat dengan sumber air candi. Ada beberapa faktor lain yang mengakibatkan krisis air tersebut. Kurang besarnya penampungan air yang menyebabkan pendistribusian air tidak merata di saat musim kemarau. Peramasalahan sosial yang timbul adalah ketika musim kemarau berlangsung, banyak masyarakat yang berebut air seolah-olah untuk berlomba-lomba mendapatkan air yang sebanyak-banyaknya hal –hal yang seperti inilah yang mengakibatkan konflik antar tetangga akan menjadi. Emosi dan keegoisannya masyarakat di Dusun inilah yang dianggap sebagai sumber permaslahan sosial.

Solusi yang diberikan oleh Ibu Mulyati adalah pembagian rata dan adil dan tidak saling mengedapankan ke egoisan masing-masing. Ibu Mul mencoba untuk membagi rata air yang ada untuk masyarakat yang ada di dusun ini. Konflik seperti ini sudah dianggap hal yang biasa karena setiap tahunnya pasti terjadi yang namanya krisis air dan manusia berusaha untuk bisa memeuhi keperluan nya masing-masing. Ibu Mulyati sering mendapatkan kritikan dan pengaduan dari warganya mengenai hal tersebut. Selaku Ibu Kadus , beliau berusaha untuk membahas masalah ini kepada perangkat desa terutama  Bapak Rohim selaku Kepala Desa Bulakan ini mengenai persoalan air bersih ini namun di dalam Musyawarah Rencana Bangun Desa ini justru aspirasi ibu Mul tidak di priyoritaskan dengan alasan masyarakat di dusun ini tidak bisa diberi tanggungjawab dalam hal pembangunan desa secara bersama –sama. Mengingat apa yang pernah dikatakan Bapak Rohim di dalam musywarah tersebut masyarakat dusun Kali Keji memang terkenal paling bersuara di belakang namun ketika dihadapkan suatu persoalan dan di ajak untuk bertemu dengan perangkat di desa ini tidak pernah hadir. Banyak bicara tetapi tidak banyak bekerja hal ini lah yang menyebabkan persoalan di dusun ini akan tetap terus ada selama tidak ada pembenahan anatara masyarakat dengan perangkat desa yang ada di Desa Bulakan ini.

  1. Siasat dan Solusi Masyarakat dalam menghadapi permasalahan kesehatan

Masyarakat di Dusun ini pada dasarnya secara spontan sudah mengerti apa yang seharusnya dilakukan untuk menangani persoalan kesehatan secara indivisu. Melihat dari keluarga Ibu Mulyati , menghadapi krisis air tersebut mereka menampung air yang melimpah di saaat musim hujan berlangsung kemudian air yang ,melimpah ini di masukan ke dalam tong-tong yang besar dan bak yang besar pula. Hal ini memang akan memicu tumbuhnya penyakit Demam Berdarah karena pada kenyataannya , Masyarakat di Dusun Kali Keji tidak pernah melakukan kegiatan menguras bak atau tong-tong penampung air ini. Dengan alasan “eman-eman” atau istilah bahasa indonesiannya adalah menghemat air demi pemenuhan air di saat musim kemarau.

            Maka tidak heran jika di Dusun ini nilai Demam berdarahnya paling tinggi dibanding dengan dusun-dusun yang lain. Saya pernah mencoba untuk memberikan solusi supaya menaruh ikan ke dalam bak ataupun tong yang bisa memakan jentik-jentik nyamuk . Solusi tersebut dianggap membuat air tersebut tidak suci lagi untuk dipakai wudlu. Kemudian saya mencoba untuk mencarikan solusi yang lain dengan penggunaan kaporit supaya jentik nyamuk tidak dapat hidup di dalam penampungan air ini, lagi-lagi hal tersebut dianggap kurang tepat karena air yang digunakan juga untuk diminum. Solusi yang terakhir pasang asbes di setiap bak mandi serta menutup bak dengan triplek. Solusi yang terakhir ini memang diakui solusi yang paling tepat namun jawaban masyarakat mengenai solusi tersebut sangat pasif. Mereka mengatakan malas untuk menutup bak tersebut. Hal ini lah yang membuat permasalahan akan terus ada jika masyarakatnya masih sangat pasif dalam mengadapi persoalan yang ada. Kembali lagi perlunya penyuluhan agar masyarakat sadar betapa pentingnya untuk berperilaku sehat dan bersih itu. Kurangnya pemahaman inilah yang membuat masyarakat di Dusun ini sering menyepelekan atau menganggap hal ini hal yang sudah biasa tanpa melakukan tindakan perbaikan maka hal tersebut yang menjadi faktor utama yang menyebabkan persoalan krisis air dan Demam Berdarah yang cukup tinggi di Dusun Kali Keji ini.

Selain masalah krisis air bersih di musim kemarau, masayarakat Bulakan sendiri dihadapakan oleh persoalan pencemaran air sungai padahal mayoritas masyarakat di Desa Bulakan ini menggunakan sungai sebagai sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Membuang sampah di sungai, mencuci baju di sungai, Buang Air Besar di sungai hal – hal inilah yang menyebabakan pencemaran air itu terjadi. Air yang sudah tercemar oleh sama\pah, deterjen sisa sabun untuk mencuci serta kotoran manusia ini lah yang sangat berbahaya jika yang dijadikan sumber air selama ini yang ternyata sudah tercemar. Maka tidak heran jika banyaknya masyarakat yang terkena sakit Muntaber ini lah salah satu dampak buruk bagi kesehatan yang dialami masyarakat di Desa Bulakan ini. Perlunya pencegahan dengan memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa hal yang seperti ini akan berdampak serius untuk kesehatan personal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Foster , G. Dan B.G .Anderson , 1986,Antropologi Kesehatan , Terjemahan Priyanti P.S . dan Meutia F.H .S.,Jakarta ,Penerbit Universitas Indonesia.

Poerwanto Hari,2000,Kebudayaan dan Lingkungandalam prespektif Antropologi, Yogyakarta,Penerbit Pustaka Pelajar ( Anggota IKAPI ).

 

About anindhareni

Belajar dan terus berusaha untuk menjadi manusia yang berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s