TUGAS MATA KULIAH DASAR-DASAR ILMU BUDAYA

“ PENYAKIT AKIBAT DARI PENGARUH GAYA HIDUP DAN CARA HIDUP MANUSIA”

Nama: Anindha Lutfika Reni 

NIM : 12/335149/SA/16625

 

FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAH MADA 2012

 

 

 

A.    PENGERTIAN DAN KONSEP SAKIT DAN SEHAT DARI SUDUT PANDANG SOSIAL DAN BUDAYA .

 

Gangguan kesehatan dapat datang dari lingkungan sosial, semakin padatnya kegiatan manusia hingga dapat memicu strees , lelah, dan frustasi hal ini dapat mengganggu kesehatan karena kurangnya jam istirahat serta hidup yang berada dibawah tekanan. Menurut Sarwono “disease” adalah gangguan fungsi fisiologis organisme sebagai akibat infeksi atau tekanan lingkungan. Bagi Sarwono disease ini bersifat objektif. Namun berbeda dengan illnes ,menurut Sarwono illnes sebagai penilaian individu terhadap pengalaman menderita penyakit. Illnes bagi Sarwono bersifat subjektif. ( Hanum Harimbi , 2009 , 22 )

 

Penyakit menurut saya adalah suatu produk budaya karena setiap induvidu memiliki cara yang berbeda – beda untuk menjelaskan sakit dan penyakitnya, tergantung masing-masing individu yang menyikapi sakit dan penyakit itu seperti apa dan masing-masing wilayah punya pengertian masing-masing tentang sehat dan sakit. Selain itu penyakit ditentukan oleh budaya,  hal ini dikarenakan penyakit adalah sebuah pengakuan sosial ketika individu  tidak dapat menjalankan peran normalnya dengan wajar. Contoh; menurut orang jawa, sehat itu yang masih bisa makan,minum,tidur dan bekerja. Sedangkan menurut orang Banjar sakit itu yang tidak punya uang (psikis).

 

B.     FAKTOR PENYEBAB MUNCULNYA PENYAKIT

Menurut Hanum Harimbi , secara umum konsep munculnya penyakit ini ditentukan dari berbagai faktor yaitu ;

1.      Parasit

2.      Vektor

3.      Manusia

4.      Lingkungan

 

C.     PERAN ANTROPOLOG TERHADAP LINGKUNGAN KESEHATAN MASYARAKAT

Para ahli antropologi kesehatan yang dari definisinya dapat disebutkan berorientasi ke ekologi , menaruh perhatian pada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan alamnya, tingkah laku  penyakitnya, dan cara-cara tingkah laku  penyakitnya yang mempengaruhi evolusi kebudayaan melalui proses umpan baliknya. ( Foster, Anderson. 2009,14).

Para antropolog juga mengembangkan posisinya dengan mengutamakan relasi sosial yang menghasilkan bentuk dan penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat (Allan Young, 1982,268).  Maka dari itu suatu penyakit tidak melulu dipengaruhi oleh faktor genetika. Banyak penyakit yang terjadi karena pola dan tingkah laku masyarakat yang kurang tertata dan teratur.

Menurut Koentjoroningrat, ilmu antropologi juga dapat memberi tambahan ilmu kepada dokter sebagai tenaga kesehatan masyarakat yang akan bekerja dan hidup dalam berbagai daerah dengan anekawarna kebudayaan, metode-metode dan cara untuk segera mengerti dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan adat – istiadat lain.

  1. Persepsi Masyarakat terhadap Penyakit

Masyarakat lebih mengenal konsep keseimbangan lingkungan dalam pengobatan suatu penyakit. Misalnya saja orang Jawa menganggap penyakit masuk angin adalah penyakit yang bersifat “dingin” karena banyak angin yang masuk kedalam  tubuh  maka pengobatan yang diperlukan adalah segala hal yang bersifat “panas” dengan tujuan untuk menetralkan suhu misal dengan meminum jahe.

 

  1. CONTOH KASUS

1.      Penyakit yang disebabkan oleh Gaya Hidup

          Junk Food ( instan ) dapat memicu kanker usus.

          Merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru

          Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan diabetes

          Free Sex yang menyebabkan infeksi HIV

          Narkoba yang menyebabkan Hepatitis dan HIV

          Nikah Muda yang memicu terjadinya kanker servix

 

2.      Penyakit yang disebabkan oleh Cara hidup dan Kebiasaan

          Tidak melakukan 3M dapat menyebabkan Demam Berdarah

          Asap yang ditimbulkan dari penggunaan kayu bakar dalam proses memasak dapat menyebabkan penyakit pernafasan seperti bronkhitis. Biasanya penyakit ini diderita oleh penduduk di suatu desa yang masih menggunakan alat memasak secara konvensional.

          Latah dalam kebiasaan gaya hidup bisa dikatakan sebagai suatu gangguan kesehatan. Hal ini terjadi akibat dari cara hidup yang terbiasa yang mempengaruhi terhadap timbulnya sebuah gangguan kesehatan pada syaraf tubuh.  Latah adalah bagian dari konstruksi budaya.

  1. KESIMPULAN

Ada penyakit yang bisa terjadi karena di luar faktor genetika dan medis.Contoh kasus diatas adalah gambaran sebagian kecil penyakit yang tersebar di lingkungan masyarakat. Gaya hidup , cara hidup dan kebiasaan manusia sangat mempengaruhi perilaku sehat dan perilaku sakitnya suatu individu. Maka dari itu suatu penyakit sebenarnya bisa kita minimalisir gejalanya dengan merubah gaya hidup, cara hidup dan kebiasaan yang buruk menjadi yang lebih baik.

 

 

 

 

 

G.    DAFTAR PUSTAKA

Koentjoroningrat . 1990. “Pengantar Ilmu Antropologi “ . Jakarta: PT.RINEKA CIPTA

Foster/Anderson. 2009.”Antropologi Kesehatan”. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press)

Marimbi Hanum.2009.”Sosiologi dan Antropologi Kesehatan” .Yogyakarta: NUHA MEDIKA

Koentjoroningrat . 1969.”Arti Antropologi Untuk Indonesia Masa Ini”.Jakarta: Lembaga Research Kebudayaan Nasional (L.I.P.I)

Young Allan. 1982.”Annual Review of Anthropology volume 11”. United States of Amrica

About anindhareni

Belajar dan terus berusaha untuk menjadi manusia yang berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s