Konsep Waktu, Kerja dan Budaya

BUDAYA MONOCHRONIC

Budaya ini menganggap waktu sebagai sesuatu yang sangat terbatas sehingga mereka sangat menghargai waktu.

Prinsipnya: Akar etos kerja, Time is money, Waktu tidak bisa diulang

Ciri-cirinya : Tepat waktu, produktif,terencana, to the point, egois dan kurang ramah karena tidak banyak waktu untuk menyapa dan bersendagurau.

Misalnya : USA dan Eropa

BUDAYA POLYCHRONIC

Budaya ini menganggap waktu tidak terbatas , waktu yang tersedia untuk mengakomodasikan aktivitas yang ada serta menganggap bahwa dalam waktu yang bersamaan dapat dilaksanakn beberapa aktivitas sekaligus.

Ciri-cirinya : Suka bertegur sapa, meremehkan waktu, tidak disiplin karena terlambat adalah hal yang sudah biasa.

Misalnya: Indonesia , Timur tengah

BUDAYA HIGH-CONTEXT

Budaya ini memberikan informasi yang lebih banyak bersifat implisit, pengguna budaya ini terbiasa dengan pesan sederhana, isi kandungan makna yang dalam hubungan (tradisi) personal dekat, nilai kolektif dan loyalitas,dan tergantung pada sebuah kelompok. bertujuan untuk mmpertahankan nilai tradisi.

Misal: Indonesia, Jepang, Thailand

BUDAYA LOW-CONTEXT

informasinya bersifat explisit bahasa yang digunakan tidak punya arti yang mendua. nilai individual ,lebih egois, mandiri tidak ingin membebani orang lain.

Misalnya : USA, Jerman, Inggris.

About anindhareni

Belajar dan terus berusaha untuk menjadi manusia yang berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s